Review Jujur Solo Hiking Gunung Andong
Hi gusyy! Aku solo hiking dengan kesadaran penuh, hati ku tidak terluka sama sekali YEYYY all good.
Aku balik lagi xixixi, entah sudah berapa purnama tidak berjumpa? Aku senang bisa di sini lagi. Ini blog ku yang lain seandainya ada yang baru join WKWK cuma ngasih tahu xixi. Kemarin tepatnya hari Minggu 18 Januari 2026 aku memutuskan buat solo hiking Gunung Andong. Bagi ku sendiri ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan, membanggakan, tidak terlupakan. Siapapun yang berencana solo hiking juga, aku harap tulisan ini membantu. Jadi begini ceritanya.
Mungkin pada awalnya aku memang ragu-ragu apakah aku benar-benar harus mencoba hal itu? Hanya saja aku pikir, aku akan mendapatkan sesuatu. Ada sih perasaan takut sebab bagaimanapun aku hanya mendaki seorang diri :) aku sempat ragu untuk berangkat hari itu karena satu dan lain hal. Namun pada akhirnya diri ku yang lain lebih unggul. Bukan karena aku tidak takut tetapi keberanian ku lebih besar dari ketakutan itu sendiri? AHAHA sok iye banget maap xixi.
Pada awalnya aku berencana berangkat pada pukul 7 pagi tapi, karena hal-hal terjadi akhirnya aku harus merasa puas baru bisa berangkat dari rumah pukul setengah 9 pagi hari itu. Rasanya memang kesiangan dan aku sangat terburu-buru agar bisa dapat view cerah. Cuma takdir berkata lain. Aku sempat lihat di perjalanan menuju ke sana, Gunung Andong tidak terlalu banyak di kelilingi awan. Aku pikir aku sempat untuk menikmatinya. Tapi aku salah. Bahkan setelah terburu-buru pun, gumpalan putih itu semakin tebal :) fine.
Menurut kalian itu hal yang baik atau tidak baik? Jujur pada awalnya aku merasa sebal juga AHAHA. Tapi kemudian setelah aku bertemu dengan beberapa orang, aku berfikir, aku rasa memang sudah seharusnya aku berangkat kesiangan dan memang sudah seharusnya Gunung Andong berkabut. Aku mensyukurinya kemudian. Namun sayangnya cerita ini masih jauh di belakang jadi baca saja sampai habis deh AHAHA.
Masalahnya, pada rencananya, sebenarnya aku hanya ingin menikmati view cerah itu dengan melukis disetiap ada kesempatan. Dan tidak ada target juga buat sampai puncak sana. Cuma itu, kabut nya kemana-mana ngikut mulu ah malas wkwk. Ya sudah mau bagaimanapun hidup harus terus berjalan LOL.
Aku bahkan sempat merasa seperti orang hilang tidak punya tujuan huhu saking sepinya, tidak ada teman sekalipun, hanya beberapa orang lewat, pohon-pohon tinggi, dinding putih, hanya diri ku dan kesepian itu wkwk. Apa ini keputusan salah ya? Tapi kemudian aku berfikir ulang. Eh tunggu, ini keputusan ku. Aku akan tetap baik-baik saja. Dan benar saja, aku mulai menikmati kesendirian ku, lebih mengenal diri sendiri. Mulai dari sini, dengan pikiran yang terbuka aku merasa lebih menyayangi diri sendiri. Ternyata aku bisa ya sendirian, tidak bergantung pada siapapun :) btw gusyy meski weekend pun rasanya kali itu memang se-sepi itu. Aku pernah beberapa kali ke sana sebelumnya dan saat itu sangat ramai! Kalian tahu ramainya gunung? Temen aku bilang bahkan seperti pasar!
Aku lanjut jalan, sampai pos awal aku mulai mewarnai kanvas ku. Lama aku berhenti. Lanjut lagi di pos setelahnya. Oh iya Gunung Andong punya 3 pos total kalau tidak salah inget hehe. Nah mulai dari sini semua terasa berbeda. Rasa sebal segala macam sebelumnya pelan-pelan mengudara. Aku bertemu dengan rombongan pertama. Di sini perasaan baru, sudut pandang baru, akan terbentuk. Inilah alasan kenapa aku harus datang lebih siang. Barangkali mungkin jika aku datang pagi-pagi sekali aku tidak akan bertemu dengan mereka. Yang niat awalnya tidak ingin sampai puncak, berubah menjadi aku harus tetap naik ke atas. Aku bahkan melupakan kanvas ku yang bahkan belum setengah jalan itu wkwkwk.
(Ah sebenarnya ini aku sedang berusaha memaksakan diri untuk tetap menulis. Aku ingin kalian tahu orang-orang yang aku temui. Aku rasa pelajaran, pengalaman ini layak untuk dibagikan. Jujur bingung pilih kata-katanya, cuma.. ya udah lah aku lanjut aja meski terlihat sangat dipaksakan. Mohon maklumnya ya teman <3)
Ada sepasang suami istri, dengan seorang anak laki-laki. Kelas 5 SD katanya. Satu lagi bersama rombongan itu, seorang lelaki. Uhh kami mulai mengobrol selayaknya manusia, ini itu, dan aku tahu hal-hal baru. Sangat menyenangkan! Tapi aku enggak bisa menuliskan semuanya disini gusyy TT lelah jari ini mengetik wkwk. Ini otak sudah bekerja keras LOL. Singkat saja (eh singkat saja, Kak Gem lu? AHAHA) singkat cerita sepasang suami istri beserta anak lelakinya itu naik duluan setelah merasa cukup beristirahat. Cuma seorang itu tetap tinggal. Kata ku mah apa ini? Kasihan kak sama aku? TT aduh pikiran buruk ku xixi maap. Nah mulai lah mengobrol lebih banyak, cerita pendakiannya, pengalamannya ketemu macan, bisa lihat langsung rajawali?! Wahh seru banget kan? so excited!
Dari sana aku mulai berpikir. Dunia penuh hal-hal indah. Kenapa malah fokus pada masalah?! you know what I mean dude? :) menarik. Hingga suatu waktu kami harus kembali dengan urusan masing-masing. Dia melanjutkan perjalanannya, aku dengan perjalanan ku eh AHAHA. Aku masih dengan kanvas ku. Aku mulai berubah pikiran. Aku akan terus naik. Sampai puncak. Pada saat itulah aku melupakan kanvas ku. Sudah biar, aku harus tetap bergerak maju. Puncak dikit lagi kok cuma 5 menit LOL.
Jadi aku ingatkan lagi gusyy, proses progres setiap individu itu berbeda. Kecepatannya berbeda. Pun tujuannya berbeda. Jadi mungkin memang kurang bijak untuk membanding-bandingkan antara satu dengan yang lainnya. Maksud ku tidak bisa di pukul rata. Kan? Just take your time okayy.. istirahat mah wajar-wajar aja asal jangan sampai terlena. Jadi ayo semangat lagi! Mari jelajahi dunia ini! Takut sendiri? Ajak akuuu! Aku mauu xixixi.
Pada saat itulah aku bertemu dengan rombongan keluarga yang lain. Anggotanya lebih banyak. 6 orang? Pada awalnya aku ingin mendahului, masih ada rasa terburu-buru barang sedikit hehe. Tapi kemudian lagi-lagi aku diajak ngobrol oleh sang kepala keluarga. Asli kek bapaknya friendly parah pliss parah XD asik sekali kata ku mah. Yang paling enggak aku duga adalah bahwa tiba-tiba diminta foto sama anaknya pliss AHAHA kek beneran bapak-bapak yang lihat apa-apa tu maksa gitu anaknya harus mau difotoin AHAHA itu loh ini lucu banget tapi kalian nangkep nggak apa yang aku ceritain? semoga maksud ya gusy wkwk.
Tapi dengan kejadian itu aku jadi banyak ngobrol sama salah satu anak mereka, yang pada akhirnya join grup mereka wkwk udah enggak solo hiking ya itungannya? :) dari rombongan ini aku belajar bahwa umur hanyalah angka. Tidak ada kata terlambat untuk hal-hal baik. Bahkan umur pun bukan jadi masalah. Di mana pun kapan pun kita bisa jadi apa saja. Asal ada kemauan yang besar itu kuncinya.
(Asli ngetiknya lama banget ini enggak selesai-selesai kenapa sih? udahlah aku selesaian di sini aja? Tapi bahkan perjalanan pulangnya saja masih jauh!)
Intinya aku tiba di puncak dengan hati yang gembira! Dari solo hiking ini aku dapat menyimpulkan bahwa ketakutan mu tidak lebih besar dari pada keberanian mu. Jangan berlebihan atas segala sesuatu. Hal-hal terjadi dengan ajaib. Bagaimana jika aku berangkat lebih pagi? Adakah kesempatan untuk bertemu dengan mereka? Adakah aku melewatkan pelajaran berharga? Intinya tetap berprasangka baik. Hal-hal sudah ditentukan, bahkan aku pernah baca kata-kata di IG bunyinya gini "bahkan sejak benih itu di tanam, buahnya sudah ditakdirkan untuk mu"
Nahhh itu lah sepenggal pengalaman menyenangkan tahun baru ini. Ayo solo hiking! Bertemu, berkenalan, berteman!
Udah cu! Kalo rame lanjut part dua? AHAHA canda.. mau cerita lengkapnya? chat admin yang tertera ya WKWK ini juga bercanda maaf.
Komentar
Posting Komentar